Tampilkan postingan dengan label Shakti Tantra ~ 母續密宗. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Shakti Tantra ~ 母續密宗. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Agustus 2012

SIMHAMUKA DAKINI


 SIMHAMUKA DAKINI
 獅面空行母 

Pintu Dharma Simhamuka Dakini adalah salah satu dari sedikit Pintu Dharma silsilah dari India, Pintu Dharma ini diperoleh dari India tengah yang dekat dengan lokasi pencapaian Kebuddhaan dari Siddharta Gautama, berbagai sekte tantra sangat menghormati Simhamuka Dakini.

獅面空行母法門,是少數幾支印度的伏藏傳承,它是在印度中部近佛陀成道之處取出的。主流派別都尊崇獅面空行母。


 ASAL USUL
 來源 

Pada saat Luozhawa Sang Guru Penterjemah hendak memohon Dharma, Beliau sempat menetap di Nepal, beliau sempat berdebat dengan seorang guru trithika (penganut ajaran diluar Buddha Dharma) Gadengjiebu, Luozhawa memperoleh kemenangan karena Beliau banyak mengetahui keunggulan Buddha Dharma.Gadengjiebu tidak bisa menerima kekalahan ini, dalam hati timbul kebencian, mengancam supaya Sang Penterjemah meninggalkan Triratna dan berlindung di bawah agamanya, bila tidak dalam tujuh hari dia akan menggunakan kekuatan doa bahasa gaib untuk mencabut nyawanya, Luozhawa Sang Penterjemah tidak takut mati. Namun Gadengjiebu sang pendeta memiliki daya kuasa yang besar, tulah kutukannya sangat manjur.Karena tidak sanggup menghadapinya, Luozhawa sang penerjemah pergi menghadap Arya Pangtingba, beliau menjelaskan duduk persoalannya dan memohon sadhana yang mampu melindungi dirinya.Pangtingba sang Arya memberikan petunjuk supaya sang penterjemah pergi menuju ke Vajrasana di India, kelak disana dia akan menemukan cara mematahkan tulah pendeta itu, Sang Arya mengadhistana Luozhawa dengan kekuatan kaki sakti supaya bisa cepat mencapai tempat tujuan, dalam waktu sehari langsung mencapai Vajrasana di India.

 往昔,巴日譯師羅扎瓦赴印求法,居於尼泊爾時,曾與外道長老嘎登傑布辯論,以超勝的佛法取得勝利。嘎登傑布不甘心失敗,心生怨恨,威逼譯師捨棄三寶,改歸其門宗,否則將在七日內以咒詛之術取譯師的性命,譯師羅扎瓦寧死不從。但是嘎登傑布是一位具有極大神通力的外道長老,其咒術極其靈驗,無奈,譯師立即前往拜見龐亭巴尊者,陳述事情經過,尋求庇護之法。龐亭巴尊者指示,譯師應立即前往印度金剛座,在那裡將會找到破解的辦法,並加持譯師令得神足疾行,一上午便到達了印度金剛座。 

Di Vajrasana dia bertemu dengan Mahasiddha Duojiedanba, setelah menjelaskan kisahnya, dia memohon bantuan Yang Arya.Arya Dujiedanba mengatakan :"Hari ini adalah tanggal 9, siapkanlah persembahan besar untuk kita melakukan mahapuja besok, maka Dakini Bunda Semesta akan membantumu."Maka sang penterjemah juga menyiapkan persembahan untuk Acarya Duojiedanba, pada tanggal 10 melakukan mahapuja.Pada saat mahapuja dilaksanakan, Simhamuka Dakini muncul dengan tubuh sejati Nya, memberi nasehat pada Luozhawa sang penerjemah :"Tidak perlu takut dengan tulah doa doa penganut ajaran tirthika, di sebelah Utara Vajrasana ada sebuah Gunung yang berbentuk seperti sapi, di bagian jantung Gunung ini ada sebuah gua yang terbentuk secara alami, masuklah dan menggalilah, dalam kedalaman tiga bahu empat jari kau akan menemukan sebuah kitab yang dilapisi oleh nyala api, hancurkan api itu dan di dalamnya akan tampak kotak emas, di dalam kotak emas ada kotak kayu pohon Boddhi yang dihiasi oleh berbagai mustika, bukalah dan dilamanya da sebuah kain biru kehitaman, di atasnya ada sebuah mantra yang dituliskan dari lubuk hati dan darah Ku serta para Dakini, mantra itu dibagian depannya tiada kata OM dan dibelakangnya tiada kata SOHA, tiada penggalan di tengahnya, bila kau bisa menjapakan dengan tulus setiap hari 21x saja maka akan memperoleh perlindungan, jangan menjapakannya lebih banyak dari itu, ingatlah !" 

在金剛座,譯師拜見了大成就者多傑丹巴,再次陳述事情經過,請求尊者的幫助。多傑丹巴尊者說:“今天是九號,你籌備豐盛的供品,明天我們做一次薈供,空行母會有辦法幫助你的。”譯師用四兩金子置備供品、四兩金子供奉上師多傑丹巴,在十號這天,如期舉行薈供。薈供時,獅面空行在空中顯現真身,並告訴譯師羅扎瓦:“外道咒詛,勿需害怕,金剛座北,有山如牛,於此山中,如心臟處,天成之洞,進入洞中,掘開土層,三肘四指,有一經卷,火漆包裹,擊碎火漆,內有金箱,內復有箱,菩提​​木製,松耳石箱,瑪瑙石箱,數重寶箱,依次打開,最內中置,藍黑布料,其質上乘,上有咒文,我等空行,心血所書,前無'嗡'字,後無'梭哈',中無加字,亦無斷點,如是咒語,心生虔敬,日日念誦,二十一遍,自得救護,多不可誦,切切牢記。” 

Di hari kedua, sang penerjemah menuruti petunjuk Simhamuka Dakini, mencari gua tersebut dan setelah memberikan persembahan pada Dakini Merah, ternyata di dalam tanah tergali kotak berbagai mestika yang berisi kitab, setelah melihat dia membawanya dengan hormat diikatkan di atas leher, dia menjalankan penjapaan dengan tulus tanpa henti, bahkan melebihi jumlah yang ditetapkan oleh Bunda Dakini. 
第二天,譯師按照獅面空行指示,找到山洞,奉獻紅色空行母食子後,果然在地下掘得種種寶箱,取出了經卷,看後將其珍重地佩於頸上,並不斷地依之進行了念誦,所念咒數遠遠超出了空行所告誡的數目。 

Pada malam hari ketiga, bala tentara makhluk kasat mata dari ajaran sesat yang muncul dari kekuatan doa sang pendeta tirthika datang menyerang, ada yang berbentuk seperti perempuan , mara dan lain sebagainya datang berbondong bondong untuk mencelakai, namun mereka semua tidak sanggup !Di pagi harinya, Simhamuka Dakini memberitahukan pada sang penerjemah bahwa pendeta Gadengjiebu telah mati muntah darah.

 第三天晚上,由於嘎登傑布的咒詛之力,外道所供奉的各種神女、魔神等紛紛於前夜、中夜、後夜時前來施障加害,但均未成功。凌晨時分,獅面空行再次現身,告訴譯師,嘎登傑布已吐血而亡。 

Sebenarnya pendeta sesat itu tidak akan mati jika sang penerjemah tidak menjapa mantranya terlampau banyak, kekuatan mantra yang terlampau besar membuat pendeta sesat itu menelan kembali kutukan keji yang dilontarkannya.

 其實,外道師本來可以不死,但是由於譯師念誦了過多的咒語,咒語巨大的力量令外道師自食惡果。 

Mendnegar kabar ini, Luozhawa sang penerjemah girang bukan main, namun Arya Dujiedanba justru tidak senang, dia menuding sang penerjemah tidak punya belas kasihan dan berkata :"Di jaman akhir Dharma, akan ada Guru seperti saya, dan muridnya pasti sepertimu !"beliau merampas kitab di leher sang penerjemah dan mengusirnya sambil mengatakan bahwa beliau tidak ingin bertemu lagi dengan sang penerjemah .Namun keyakinan Luozhawa sang penerjemah tetap kuat, dia tidak mau ​​meninggalkan Vajrasana tempat Sang Guru, sehingga bertahun tahun hidup bergantung dari sedikit makanan yang disembunyikan di pinggang pendamping Guru yang bernama Mahahasama.12 tahun kemudian Yang Arya mewariskan semua abhiseka Simhamuka Dakini beserta ajaran dan karman kepada sang penerjemah. 

得此消息,譯師羅扎瓦歡喜無比,迫不及待地禀明了多傑丹巴尊者,此時,尊者心中已經知道了事情的經過,又​​見譯師樂於外道的死亡,甚為不悅,責備譯師毫無慈悲可言,發怒說:“末法時代,有師如我,則弟子必如你!”一把奪走了譯師脖子上佩戴的經卷,將譯師轟了出去,聲稱再不相見。但譯師信心絲毫不退,不肯離開上師所在的金剛座,多年間僅靠多傑丹巴的侍者瑪哈哈薩瑪在腰帶中夾裹少許食物維生,直到十二年後,尊者終於將獅面空行的各種灌頂、教敕、竅訣並諸事業支分等圓滿賜予。 

Sekembalinya di Tibet , sang penerjemah mewariskan sadhana Simhamuka Dakini kepada pimpinan Lima Tetua Sakya, yaitu Gongganingbu, sehingga sadhana ini menjadi salah satu dari 13 ajaran emas yang tidak pernah keluar dari tembok vihara.Kemudian para Guru mewariskannya dari generasi ke generasi tanpa terputus sampai sekarang. 

巴日譯師羅扎瓦學成返藏後,將獅面空行法門圓滿授予了薩迦五祖之首大慈貢嘎寧布,成為了不出寺牆的“十三金法”之一,以後歷代輾轉相傳,從未間斷地傳至今天。 

功德利益 
PAHALA 

修持獅面空行法門的利益,總的來說有25種,均載於經典。 
Menurut apa yang tercatat dalam sutra, ada 25 macam manfaat : 

1、可為他人進行回遮咒詛、障難等種種不詳; 
Mantra ini dapat mengembalikan semua tulah kutukan dan mantra lainnya yang berusaha melukai sadhaka, semua hal yang berupa rintangan dan tidak baik akan dilontarkan kembali pada asalnya. 

2、可誅殺、鎮伏怨敵;
 Mampu menaklukkan musuh 

 3、如處於金剛宮殿中或如修護輪般保護自身免受自然界及人與非​​人等種種障難; 
Bila berada di istana Vajra dan menekuni perlindungan cakra maka akan mampu melindungi diri sendiri dari bahaya alam dan gangguan manusia, makhluk bukan manusia , para setan dan dewa dan lain sebagainya yang berusaha membuat rintangan.

4、可得長壽; 

Dapat memperoleh panjang usia.

5、如供奉財神般,可令資財增長; 

Bagaikan mensthanakan Dewa Rejeki, kekayaannya akan terus bertambah. 

6、行懷愛事業,令上司欽敬;
 Vasikarananya mampu membuat atasan menyukai.

7、行懷愛事業,令部屬欽敬;

 Vasikarananya mampu membuat kerabat dan rekan menyukai. 

8、可令子嗣繁盛;
 Memperoleh anak cucu 

9、旱時降雨; 
Menurunkan hujan dikala terjadi kekeringan 

10、雨量充沛多至成災時,令其息止 
Menghentikan hujan dikala terjadi bencana air 

11、消弭莊稼的蟲災; 
Menghentikan petaka yang berhubungan dengan kekurangan pangan(dijaman dahulu digunakan untuk menghentikan hama) 

12、消弭霜害; 
Menyingkirkan bencana musim dingin

13、消弭冰雹之災; 

Menyingkirkan bencana hujan es 

14、消弭雷災; 
Menghentikan bencana petir

15、令身體之病康復; 

Menyembuhkan penyakit

 
16、令傳染病息止;

 Menghentikan wabah

17、令喉部病痛康復; 

Menyingkirkan sakit tenggorokan

18、令感冒、發熱等病康復; 

Menyembuhkan flu dan sakit panas

 
19、令天花、痘病等息止; 

Menyembuhkan penyakit cacar 

20、令幻聽、幻視等精神類疾病康復; 
Menyembuhkan penyakit kejiwaan seperti halusinasi dan lain sebagainya

 
21、令頭暈、頭痛等頭部疾病康復; 

Menyingkirkan penyakit daerah kepala, seperti pusing - pusing dsb

 
22、令健忘、失憶等病症消失; 

Menyingkirkan penyakit mudah lupa 

23、可令免於刀槍之災;
Menyingkirkan bencana senjata 

24、可令免於中風等疾病;
 Terhindar dari stroke dan lain sebangsanya

 
25、可令免於偷盜之災。 

Terhindar dari bencana perampokan 

Om Mani Padme Hum

Senin, 05 September 2011

Tiga Dakini Agung


Tiga Dakini Agung

★ Homage to Grand Master Lian Sheng

by Lianhua Jun Shi An

Tengah : Avatara sejati dari Bunda Dewi Sarasvati, Dakini Yeshe Tsogyel, merupakan kunci pembuka bagi 18 Macam Ajaran Tersembunyi dari Padmasambhava.

Sisi macan, bawah : Avatara dari Dharmakaya Maha Baghavati (disebut juga avatara dari Yeshe Tsogyel), Machig Labdron merupakan Mahaguru yang mengajarkan Mahamudra Chod.

Salah satu petuah Beliau yang peling ternama adalah :

“Selama masih ada ego, maka disanalah ada mara. Saat tiada lagi ego, maka tiada lagi mara !”

Sisi naga : Arya Manggala yang pernah memperoleh vyakarana dari Buddha, Jetsun Mingyur Paldronmerupakan penerus dari Guru penggali ajaran (Terton) Gyurme Dorje dan seorang Siddha dari ajaran Manjusri Yamantaka.

Ketiga Dakini Agung ini merupakan dakini yang terkenal di Tibet sebagai pernyingkir rintangan Dharma.

Senin, 10 Januari 2011

Sitatapatra Bhagavati




Sitatapatra Bhagavati
大白傘蓋佛母
Da Bai San Gai Fo Mu


Sitatapatra Bhagavati dalam Bahasa Mandarin adalah 大白傘蓋佛母(Da Bai San Gai Fo Mu) dan dalam Bahasa Tibet Sitatapatra adalah Dugkar

Sitatapatra Bhagavati muncul dari Usnisha Buddha Sakyamuni. Kemunculan Sitatapatra Bhagavati juga memiliki nidananya tersendiri tercatat di dalam Kitab Sutra-Nya, ketika itu, sewaktu Buddha Sakyamuni sedang berada di Surga Tryatrimsa, yakni tempat Kaisar Langit, Taoisme mengatakannya Yu Huang Da Di, juga penguasa surga tengah dari 33 surga. Di Surga ini seharusnya sangat damai, hanya menikmati kebahagiaan, tidak ada penderitaan. Surga Trayastrimsa adalah salah satu Surga dari Alam Karmadhatu. Sang Buddha pergi ke Surga Trayastrimsa, mengundang Penguasa Surga Trayastrimsa memberikan-Nya sebuah kamar, lalu Sang Buddha bermeditasi dan tidur dengan baik di dalamnya, tidak peduli dengan hal-hal duniawi.

Tepat saat itu, Sang Buddha tengah tertidur, tiba-tiba terdengar teriakan pembunuhan di luar Istana Surga Trayastrimsa, sekawanan besar bala tentara menyerang Surga Trayastrimsa, Sang Buddha sangat terkejut. Tempat istana langit ini didominasi oleh sukha, tidak ada dukha, mana ada suara teriakan pembunuhan. Penguasa Surga Trayastrimsa pun buru-buru melapor pada Sang Buddha, memohon pertolongan Sang Buddha. Penguasa Surga Trayastrimsa berkata, Raja Asura memimpin seluruh bala tentara menyerang Surga Trayastrimsa.

Sang Buddha berpikir bahwa perang di dunia manusia sudah sangat hebat, di India, negara besar menelan negara kecil, negara kecil memikul upeti yang berat, rakyat hidup sengsara, Raja Vaidurya pun telah membinasakan Suku Sakya, di dunia manusia pun Sakyamuni Buddha tidak bisa pulang walau punya rumah sekali pun. Ia tak menyangka di surga juga ada perang, Raja Asura memimpin bala tentara menyerang Kota Trayastrimsa. Penguasa Surga Trayastrimsa memohon pertolongan Sang Buddha.

Sakyamuni Buddha berpikiran bahwa Ia bertamu di sini, lagipula orang lain telah melayani dengan sangat baik, sekarang orang lain sedang terjadi peperangan, kalau Ia kabur begitu saja, ini juga tidak benar, apalagi Penguasa Surga Trayastrimsa telah memohon pada-Nya. Saat ini, Sang Buddha pun memanifestasikan sesosok Sitatapatra Bhagawati pembalik dan penangkis dari lubang ubun-ubun (Usnisha) kepala-Nya, juga bertangan dan bermata seribu, Sitatapatra Bhagavati bahkan memegang sebuah payung putih berukuran besar. Sitatapatra berubah menjadi sebuah tudung vajra yang berwarna putih, Vajra adalah tidak terhancurkan, sangat kokoh, tudung Vajra yang sangat kuat, semakin lama semakin luas, melindungi seluruh istana Trayastrimsa (Tudung Vajra ini melindungi meliputi / menutupi seluruh Istana Tryatrimsa dan semua senjata yang digunakan untuk menghancurkan tudung Vsjra, akan patah)

Raja Asura memimpin bala tentara memanah tudung vajra, sekali panah, anak panah pun patah; memancung tudung vajra dengan golok, golok pun patah, sekeliling Istana Tryastrimsa pun dilindungi dengan tudung vajra dari Sitatapatra. Seluruh rakyat dan penguasa Surga Trayastrimsa pun berada di dalam lingkup payung pusaka, tidak ada satu benda pun yang bisa menghancurkan Sitatapatra. Raja Asura telah menghabiskan kekuatan 9 ekor lembu dan 2 ekor harimau (kekuatan yang maha besar) pun tidak dapat membuka tudung vajra, lebih baik mundur saja. Sehingga, Surga Trayastrimsa pun berhasil ditolong oleh Sang Buddha. Oleh karena itu, sebab kemunculan Sitatapatra Bhagavati adalah Bhagavati pembalik dan penangkis yang menjelma dari ubun-ubun kepala Sakyamuni Buddha.

Sang Buddha bertanya pada Penguasa Surga Trayastrimsa, "Apa yang telah Anda lakukan sehingga Raja Asura bisa murka?" Penyebabnya ada dua. Penguasa Surga Trayastrimsa menjelaskan dengan penuh malu, karena saya menginjak di dua perahu. Asura pria sangat jeleknya, tak disangka Asura wanita justru sangat cantik, Penguasa Trayastrimsa pun memperistri putri Raja Asura dan dijadikan permaisuri, yakni ratu. Namun, wajah yang cantik kalau sudah lama dipandang juga akan bosan. Oleh karena itu, belakangan Penguasa Surga Trayastrimsa pun menaksir dayang istana yang cantik jelita, juga memperistrinya. Permaisuri murka, pulang dan melapor pada Raja Asura, mengatakan bahwa Penguasa Surga Trayastrimsa mencampakkannya. Raja Asura sangat marah, saya menikahkan putri saya padamu untuk menjalin hubungan baik antar 2 kerajaan! Kini, Penguasa Surga Trayastrimsa menindas sang permaisuri, makanya, Raja Asura pun mengutus bala tentara untuk menyerang Istana Trayastrimsa.

Alasan kedua, suatu kali Raja Asura sedang merayakan ulangtahunnya di dasar laut, seluruh asura pun berkumpul, mereka datang memotong kue tar dari pisau kecil hingga pisau besar, satu orang satu potong, semua orang bersenang-senang di arena yang sangat luas di dasar laut. Tiba-tiba di angkasa lewat sekawanan orang, yakni Dewa Trayastrimsa membawa sekawanan jenderal istana sedang patroli memeriksa dunia, dari tengah angkasa melewati permukaan laut asura. Saat Raja Asura yang tengah berulangtahun melihat angkasa, mengapa Penguasa Surga Trayastrimsa membawa sekawanan bala tentara lewat di atas kepala saya, berarti tidak menghormati saya. Mengapa Ia boleh lewat di atas saya, bukan di bawah saya, ini sengaja menantang saya, saya tidak tahan. Justru karena kedua alasan ini, Raja Asura sangat murka, lantas membawa seluruh bala tentara menyerang Surga Trayastrimsa.

Sitatapatra Bhagavati memiliki Dharmabala Pembalik dan Penangkis yang sangat besar. Apa yang dimaksud dengan pembalik dan penangkis? "Pembalik" artinya sebesar apapun kekuatan Dharma yang dimiliki oleh lawan, dapat dibalikkan pada lawan. Apa yang dimaksud dengan "penangkis"? Yakni, sebesar apapun kekuatan Dharma yang dimiliki lawan, kekuatan tersebut dapat ditangkis. Oleh karena itu, kebaikan Sitatapatra Bhagawati adalah Ia sendiri adalah adinata penakluk, juga termasuk dewa vajra, yakni dewa vajra orde ibu, yakni termasuk dewa vajra aspek kebijaksanaan, oleh karena itu, Ia sendiri juga tidak rusak, juga vajra, juga mahabala, juga kokoh. Jika menekuni Yidam Sitatapatra Bhagavati, tentu tidak takut guna-guna, dengan bervisualisasi Sitatapatra naik ke tengah angkasa, tudung vajra-Nya menutupi, seluruh ilmu sihir pun tidak dapat mengenai, semua bencana pun menyingkir, oleh karena itu, seluruh hal negatif pun dibalik dan ditangkis, maka Sitatapatra Bhagavati termasuk adinata penaklukan, tidak hanya menaklukkan guna-guna, juga bisa menaklukkan semua setan jahat, semua Mara, bahkan Asura, semua karma buruk pun tidak akan muncul.

Penjelasan dikutib dengan pengeditan seperlunya dari Dharmadesana Dharmaraja Lian Sheng pada saat Homa Sitatapatra Bhagavati



大白傘蓋佛母本尊法
Sadhana Yidam Sitatapatra Bhagavati

先祈求根本傳承加持:Terlebih dahulu memohon adhistana Mahamulacarya :
先觀空,次觀想根本傳承上師蓮生活佛住頂放光加持,持「根本傳承上師心咒」七遍,祈求修法圓滿 。Visua lisasi kesunyataan, kemudian bervisualisasi Mahamulacarya Liansheng menetap di cakra usnisa memancarkan cahaya adhistana, menjapa Mantra Hati Guru 7 kali, memohon kesempurnaan sadhana.
再作四無量心觀。Visualisasi Caturapramana.
作驚醒手印:拍掌兩下,再交加彈指。Mudra Pembuka : Bertepuk tangan dua kali , tangan disilangkan dan mengklik jari.
一、唸清淨咒Menjapa mantra pembersihan.
二、唸召請咒Menjapa mantra pengundang.
三、大禮拜Mahanamaskara.
四、大供養Mahamandalapuja.
五、四皈依咒Mantra Catursarana.
六、披甲護身Simabandhana diri.
七、唸高王觀世音真經Melafalkan Sutra Raja Agung Avalokitesvara.
八、加唸往生咒(七遍)Menjapa Sukhavativyuha Dharani (7x)
九、加唸根本傳承上師心咒:嗡。咕嚕。蓮生。悉地。吽。(一○八遍)Mantra Mulacarya : "Om Gulu Liansheng Xidi Hum " (108x)
十、結印及觀想Membentuk mudra dan bervisualisasi
結大白傘蓋佛母手印
Mudra Sitatapatra Bhagavati

觀想:Visualisasi :
先觀空,唸觀空咒:Visualisasi kesunyataan, menjapa mantra visualisasi kesunyataan 3x :
嗡。司巴瓦。速達。沙爾瓦。打爾嘛。司巴瓦。速朵杭。(三遍)
"Om Sibawa Suda Saerwa Daerma Sibawa Suduohang "
觀想整個虛空是白色的,有一個咒輪,當中有一個「嗡」字,「嗡」字旋轉化為大白傘蓋佛母,一頭、二臂、三眼 ,左手持傘蓋,右手施願印。也可以觀想佛母跏跌坐於蓮花上。
Bervisualisasi di angkasa yang berwarna putih, terdapat sebuah Cakra Dharani, ditengah nya terdapat Bijaksara Om yang berwarna Putih. Bijaksara Om yang berada di tengah Cakra Dharani berputar berubah menjadi Sitatapatra Bhagavati, Sitatapatra Bhagavati memiliki satu kepala, dua lengan, dan tiga mata. Tangan kiri memegang Chatra (Payung Pusaka) dan tangan Kanan membentuk Varada Mudra, duduk di atas Bunga Teratai

十一、持大白傘蓋佛母心咒 Menjapa Mantra Sitatapatra Bhagavati
持唸珠觀想:Visualisasi penggunaan japamala :
(雙手持唸珠置胸前,唸時用大拇指撥珠。)左手觀想成金剛鈴,右手觀想成金剛杵,佛頭珠觀想成多寶佛塔,四 粒間珠觀想成四大天王,穗鬚觀想成蓮花手(佛手)。串珠的線觀想成金剛薩埵本性的白光繞一圈。持咒時每撥一 粒珠子都觀想成一尊大白傘蓋佛母,來到自己面前。(kedua tangan memegang japamala di depan dada, ibu jari digunakan untuk menggeser butir mala) visualisasi tangan kiri berubah menjadi Vajragantha. Tangan kanan menjadi Vajra. Butir kepala japamala berubah menjadi stupa Prabhutaratna, empat butir pembatas japamala berrubah menjadi Caturmaharajika, rumbai berubah menjdai tangan teratai (tangan Buddha). Benang penghubung mala berubah menjadi seutas sinar putih sifat sejati Vajrasattva. Saat menjapa mantra, tiap butir mala yang digeser berubah menjadi Sitatapatra Bhagavati di hadapan kita.
咒語: 吽。媽媽。吽尼。梭哈 (一○八遍)
Mantra : "Hum Mama Hum Ni Soha" (108x)
十二、入三摩地Memasuki Samadhi.
觀想 Bervisualisasi:
雜---虛空中顯現大白傘蓋佛母。
吽---佛母移至行者頭頂。
班---心際白色蓮花開放,蓮花中心有一個「嗡」字,嗡字放白光三度,此時佛母慢慢進入心中,然後佛母 慢慢變大。
霍---自己在一剎那間就變成大白傘蓋佛母,上升虛空,變化傘蓋,觀想傘蓋放出大白光,護住所要保護的人、居所、都 市
Zha --- Sitatapatra Bhagavati muncul di angkasa
Hum --- Sitatapatra Bhagavati berpindah ke ubun – ubun kepala Sadhaka
Ban --- Di Cakra Hati terdapat sebuah Padma (Teratai) yang berwarna Putih, Padma itu mekar, di tengah
nya terdapat Bijaksara Om yang berwarna putih, memancarkan Cahaya Putih sebanyak 3 kali,
Sitatapatra Bhagavati turun ke Cakra Hati dan perlahan – lahan membesar
Ho --- Diri sendiri menjadi Sitatapatra Bhagavati, melesat ke angkasa berubah menjadi sebuah Chatra,
Memancarkan Cahaya Putih Maha Terang, melindungi Sadhaka, orang – orang, tempat yang ingin dilindung
十四、唸佛(三遍)Melafal nama Buddha (3x)
十五、迴向Menyalurkan jasa.
願同唸佛者,同生極樂國,上報四重恩,
Yuan tong nian fo zhe, tong sheng ji le guo, shang bao si zhong en
下濟三途苦,見佛了生死,如佛度一切。
Xia ji san tu ku, jian fo liao sheng si, ru fo du yi qie.
Semoga kami umat Buddha, terlahir di Sukhavatiloka.
Keatas berbakti kepada Sang Buddha, Guru, Ayah ibu dan Negara.
Kebawah membantu mereka di tiga alam samsara.
Bertekad mencapai pencerahan Buddha.
Terbebas dari tumimbal lahir menyeberangkan makhluk samsara.
弟子○○○今依此作迴向。願將修法功德迴向給根本傳承上師,祈願師佛常住世間,不入涅槃,永轉法輪,佛體安 康。恭祝大家身體健康,萬事如意,道心堅固,逢凶化吉。願一切所求的願望都得到圓滿。願一切災 難退散。嗢! Siswa (nama) dengan ini melimpahkan jasa, jasapahala sadhana dilimpahkan kepada Mamamulacarya, semoga sehat walafiat, senantiasa menetap di dunia, tidak memasuki Parinirvana, selamanya memutar Roda Dharma. Semoga kita semua sehat lahir dan batin,memiliki sraddha yang kokoh, segala permohonan yang baik dan wajar dapat terpenuhi, semoga semua malapetaka sirna. WUN!
(有關「迴向」的觀想及細節,請詳閱『密教大光華—細說真佛密法完整修持儀軌』第172頁。) (Mengenai visualisasi dan detil dari "Penyaluran Jasa ", silahkan menyimak " Mijiao Da Guang Hua--Penjelasan Lengkap Tatacara Sadhana Tantra Zhenfo" halaman 172)
十六、唸百字明咒(三遍)Menjapa Mantrasatksara 3x
十七、大禮拜Mahanamaskara.
十八、唸圓滿咒Menjapa mantra paripurna
嗡。部林。(三遍)
Om Pulin (3x)
嗡。嗎呢。唄咪。吽。
Om Mani Beimi Hum.
作遣散手印:拍掌兩下,再交加彈指。
Mudra penutup : Bertepuk tangan dua kali, kedua tangan bersilangan dan mengklik jari.
修法圓滿。如意吉祥。
Sadhana selesai dengan baik dan sempurna



Taisho Tripitaka No.1230, Sakyamuni Buddha mengatakan :
Bagi yang mendengar mantra dan tata cara, bila menekuninya tanpa tata aturan yang sah (arus abhiseka Gurumula) ~ Dharani Mahacakravajra, semua mantra tak akan berfungsi, berarti melakukan penyimpangan dan merupakan pencurian Dharma, setelah meninggal dunia akan terjatuh dalam neraka, kemudian terlahir kembali di alam hewan. Inilah akibat pelanggaran dari penyimpangan tersebut

Selasa, 14 Desember 2010

Kurukulla Bhagavati



Kurukulla Bhagavati


Kurukulla Baghavati nama lainnya adalah Zuoming Fomu (Zuo = Segera Melakukan, Ming = Pengetahuan / Vidya , Fomu = Baghavati) Beliau adalah Bunda yang segera memberikan vidya untuk menghancurkan kegelapan batin.

Kurukulla Baghavati berada dalam kesadaran para insan dan memenuhi semesta ini, maka Beliau disebut juga Sanjiezizai Kongxingmu (Trilokasvara Baghavati / Bunda Yang Leluasa di Triloka) , dengan kata lain Beliau merupakan salah satu manifestasi sifat dan kekuasaan Sang Penguasa Semesta itu sendiri (dalam Buddhisme, mampu menguasai mikrokosmos / tubuh dan batin sendiri = mampu menguasai makrokosmos, seluruh isi semesta, dengan kata lain menjadi leluasa tak lagi diperbudak oleh khayal dalam semesta ini)

Oleh karena itulah Kurukulla Baghavati mampu menyerap dan memasuki ke dalam kesadaran tiap insan. Merupakan salah satu Adinata Terpenting di
Padmakula (Adinata Utama di Padmakula adalah Amitabha Buddha).

Kurukulla Bhagavati bersumber dari Hevajra Tantra, merupakan manifestasi Amitabha Buddha dengan Tara Merah, termasuk dalam kategori Vajra Dakini dari Padmakula. Kurukulla Baghavati memeiliki berbagai warna tubuh, merah (Rakta), putih (Sita), hitam dan lain sebagainya. Yang paling utama adalah Kurukulla Merah.

Menekuni Mantra Hati Kurukulla akan memperoleh keleluasaan tubuh dan pikiran, segera mencapai tingkatan leluasa. Memperoleh panjang usia (Karena Beliau juga merupakan sifat Buddha Amitayus / Amitabha, Buddha panjang usia ), kata-kata yang merdu dan penuh kesungguhan, Prajna Sunyamahasukha, realisasi kemampuan menyerap batin semesta, cahayanya menerangi insan tiga alam derita, sukses dalam keempat karman (tolak bala, rejeki, kerukunan dan penaklukkan), terlahir di alam surga, menghancurkan kegelapan mencapai pencerahan, memutus segala kemelekatan dan pikiran kacau (terutama yang disebabkan oleh kemelekatan pada cinta duniawi), segera menyempurnakan duniawi dan adi duniawi, memperoleh anasrava , disukai banyak pihak, memperoleh penghormatan dari bawahan dan disenangi atasan, memperoleh jodoh yang baik dan semakin rupawan.

Salah satu aspek Utama dari Kurukulla Bhagavati adalah Maha Vasikarana, Maitri Karuna nya adalah Maitri Karuna yang universal kepada semua makhluk tanpa membeda - bedakan. Melalui aktivitasnya Kurukulla Bhagavati tidak hanya dapat menarik hati insan untuk saling dan mengasihi satu sama lain, tetapi juga dapat menarik seluruh makhluk yang berada di dalam Samsara untuk menapaki jalan menuju Pembebasan Agung melalui Praktek Buddha Dharma yang sejati.


Cerita Mengenai Asal Mula Pintu Dharma dari Kurukulla Bhagavati

Pada jaman dahulu, ada seorang Raja yang bernama Dorje Naljorma. Beliau memiliki banyak istri dan selir, serta memimpin rakyat jelata yang tak terhingga banyaknya. Diantara para istri dan selirnya, ada seorang ratu yang terkemuka dan berpengaruh, namun raja tidak sudi mendampinginya. Maka itu, ratu berkata kepada seornag dayang yang perngertian, "Temukanlah ilmu sakti untuk memikat raja!" Dayang ini kemudian mencari ke seluruh pelosok kota, terakhir tibalah ia di sebuah pasar yang menjual benang. Tampak olehnya seorang gadis yang angat cantik berkulit merah gelap, dan ia meminta petunjuk kepadanya. GAdis itu menyerahkan sebungkus makanan dan berkata, "Permintaan pemohon akan terpenuhi!" Sekembalinya, dayang menyerahkan makanan itu kepada ratu, dan menceritakan asal - usulnya. Ratu tidak berani memanfaatkannya pada diri raja karena khawatir bila makanan itu mengandung racun, sehinga kemudian Ratu melemparkan maknan ini ke dalam sebuah telaga kecil yang berada di sisi istana. Tak disangka, maknan ini ternyata dimakan oleh Rajanaga yang berada di telaga tersebut, sehingga Rajanaga pun menjadi terpikat oleh Ratu. Kemudian Rajanaga menjelama menjadi Raja (Raja Dorje Naljorma) dan menghampiri ratu, sehingga ratu pun hamil.

Raja menjadi murka mendengar kabar bahwa Ratu hamil karena Raja merasa belum pernah menyentuh Ratu (melakukan hubungan seksual dengan ratu), sehingga Raja memerintahkan untuk menghukum Ratu sesuai dengan peraturan yang berlaku. Ratu membela diri, sehinga kemudian Raja berkata, "Coba saya selidiki dahulu!" Ia pun memerintahkan dayang tersebut untuk pergi mencari gadis yang berkulit merah gelap itu. Setelah ditemukan, gadis berkulit merah galap tersebut diundang ke istana. Dari hasil introgasi, Raja menyadari bahwa Gadis tersebut adalah Kurukulla Bhagavati, lalu Raja pun memeluk kaki beliau dan memohon Abhiseka. Selain menerima Abhiseka, raja juga diajarkan sila sehingga ia berhasil mencapai Pencerahan Awal dan Pencerahan Venaka, lalu ia pun berceramah dan melatih diri sehingga memiliki Mahaprajna rangkap. Setelah itu ia Tercrahakan dengan Sadhana Bhagavati.

Melalui Sang Raja, Sadhana ini diwariskan kepada Guru Vajrasana Cilik, Bhiksu Wari, dan Lima Leluhur Aliran Sakya hingga berkembang di daerah Tibet dan menjadi salah satu dari 13 Ajaran Emas yang tidak pernah keluar dari tembok vihara (13 Sadhana berharga Aliran Sakya yang tidak diwariskan). Meski Pencerahan Awal dan Pencerahan Venaka dapat dicapai dengan melaksanakan Latihan ini dari Kurukulla Bhagavati dan menjalankan Sila nya, tetapi yang terpenting adalah Ajaran ini cocok untuk menakhlukkan orang yang berpandangan lain (Pandangan salah / sesat). Melatih dan menjapa Mantra Adinata ini juga dapat meningkatkan Prajna, Sadhana kekayaan tersebar luas, memperbesar kewibawaan, dan Pahala yang berlimpah. Konon Kaisar Ganlong pernah melatih Sadhana ini sehingga dirinya dihormati orang banyak. Jika sadhana ini dilatih orang awam, maka mereka akan hidup dengan penuh sukacita, juga dapat meningkatkan Berkah dan Prajna. Dahulu Sadhana ini jarang diwariskan, kini juga tidak banyak diwariskan, maka Sadhana ini sangatlah berharga.

Kurukulla Bhagavati bertubuh merah melambangkan hati manusia dapat ditaklukkan, memiliki satu kepala melambangkan hanya ada satu kebenaran sejati, memiliki tiga mata melambangkan melihat ketiga waktu, mengenakan mahkota dari lima tengkorak melambangkan Panca Prajna dari Panca Buddha Vajra juga melambangkan menakhlukkan kelima racun (Dengan Lima Kebijaksanaan menaklukan Kelima Racun), memiliki empat lengan melambangkan sudah terbebas dari empat jenis kelahiran dan juga melambangkan empat macam keberhasilan (Melenyapkan musibah, menambah kekayaan, menaklukan hati manusia, melenyapkan Mara) dan juga melambangkan Catur Apramana, tangan kiri dan tangan kanan pertama memegang busur dan anak panah yang terbuat dari rangkaian Bunga Utpala melambangkan Samadhi dan Prajna, Tangan kanan kedua membawa Kait Bunga Utpala melambangkan Vasikarana, tangan kiri kedua membawa Tali / Jerat yang terbuat dari Bunga Utpala melambangkan kekuatan yang tanpa batas / dominasi atas segala bantuk keuatan, memiliki dua kaki melambangkan kesatuan antara Sila dan Samdahi, tubuh yang telanjang melambangkan tidak ada lagi kemelekatan, mengenakan kulit harimau melambangkan sudah terbebas dari segala bentuk kebencian, mengenakan mala dari 50 kepala manusia melambangkan sudah terbebas dari segala bentuk pikiran (dualisme pikiran)



Selasa, 05 Oktober 2010

Buddhism and Deitys



Buddhism and Deitys


Dalam hal penyembuhan penyakit, Yaochijinmu mempunyai
kekuatan yang besar. Terlebih dalam menghadapi wabah penyakit. Menurut yang
tercatat dalam Legenda Para Mahadewaresi di Tiongkok, Yaochijinmu adalah
penguasa dari para dewa wabah, semua dewa wabah ada dibawah kendali Nya. Oleh
karena itu jika terjadi suatu wabah, kita hendaknya memohon pada Yaochijinmu,
dengan demikian tidak akan salah.

Mahadewaresi yang pertama saya kenal
adalah Yaochijinmu, mengenal Yaochijinmu merupakan titik balik dari perubahan
dalam hidup saya.

Kemudian setelah saya memperoleh semua kontak batin, barulah saya berkarya
untuk insan, mulai menulis buku, membuat nasib hidup saya sepenuhnya
berubah.

Saat ini Zhenfozong ada sekitar 5 juta siswa , ada Viharavajragarbha dan semua
tempat ibadah, dapat tersebar keseluruh dunia, semua dimulai dari nidana di
kuil Yuhuanggong, mulai dari Bibi Linqiandai, mulai dari yaochijinmu.


Banyak yang menyebut dirinya sendiri sebagai umat Buddha yang murni, hanya
meyakini Buddha dan Bodhisattva, mereka menggolongkan Yaochijinmu sebagai
kepercayaan rakyat, seorang umat Buddha tidak boleh meyakini agama
rakyat.

Namun saya tidak bisa melupakan budi jasa Yaochijinmu, karena Yaochijinmu telah
membukakan mata dewa dari Mahaguru, kemudian Guru Dewata Sanshanjiuhou datang
tiap malam untuk mengajari Mahaguru, kemudian memberi petunjuk kepada Mahaguru
untuk menjadi murid dari Biksu Liaoming, kemudian mengunjungi beberapa Guru,
akhirnya saya memasuki Buddhisme, menekuni eksoterik, kemudian Tantrayana,
semua ini dimulai dari Yaochijinmu.

Jodoh ini dimulai dari Yaochijinmu. Maka, saya tidak bisa mengatakan setelah
saya menekuni Buddhisme eksoteris , saya melupakan Yaochijinmu. Atau, saya
menekuni Tantrayana, kemudian saya mencampakkan Buddhisme eksoteris.



Oleh karena itulah, saya menetapkan, meskipun Zhen fozong meyakini Buddhisme,
Buddha Dharma yang diajarkan oleh Sakyamuni Buddha, baik itu eksoterik,
tantrayana atau berbagai sekte lainnya, namun satu yang tidak dapat saya
lupakan adalah , saat saya dapat menginjakkan kaki di pintu Buddhisme, ini
semua adalah berkat tuntunan dari Yaochijinmu.


Inilah mengapa kita Zhenfozong bisa sangat menghormati Yaochijinmu.

Hari ini
disini saya membicarakan mengenai jodoh saya dengan Yaochijinmu, sampai saat
ini, saya beryukta dengan Yaochijinmu. Yaochijinmu juga merupakan Sosok makhluk
suci yang senantiasa bersama saya, Beliau mengikuti saya terus, menyatu dengan
saya, tiap saya melakukan sadhana apapun, semua akan berhubungan dengan
Yaochijinmu.

Saat itu di Yuhuanggong, saya melihat Amitabha Buddha dan Ksitigarbha
Bodhisattva, maka saya berpendapat bahwa Yaochijinmu - Amitabha Buddha dan
Ksitigarbha Bodhisattva adalah tiga yidam saya.

Maka saat itu saya berikrar, kelak jika saya memperoleh realisasi, maka saya
pasti akan membantu Yaochijinmu, Amitabha Buddha dan Ksitigarbha Bodhisattva.


Maka ada "Yaochijinmu Sang Ratu Para Mahadewaresi ,
Amitabha Buddha Sang Raja Buddha, Ksitigarbha Bodhisattva Sang Raja Bumi."
sebagai Tri yidam.

Menurut saya, antara menghormati Buddha dan menghormati Yaochijinmu sama sekali
tidak bertentangan. Karena setelah saya beryukta dengan Yaochijinmu, kemudian
Para Buddha Bodhisattva beryukta dengan saya.

Coba Anda sekalian pikirkan dengan seksama, setelah Buddhisme tersebar keluar
dari India, berasal dari Buddhisme awal, sampai saat ini, atau yang tersebar ke
Tibet, kemudian bersinkretisme dengan kepercayaan di Tibet, maka menjadi
Buddhisme Tibet. Antara Buddhisme Tibet dengan Buddhisme awal ada
perbedaanya.

Setelah Buddhisme masuk ke Tiongkok, kemudian bersinkretisme dengan Taoisme di
Tiongkok, berubah menjadi Buddhisme Tiongkok. Saat itu masa awal sutra Buddha
masuk ke Tiongkok, masih harus menggunakan filosofi dari Laozi (老子) untuk
mengajarkan sutra Buddha. Coba Anda lihat jubah yang dikenakan biksu di
Tiongkok, atau titik dupa diatas kepala, semua itu tidak ada dijaman Sang
Buddha. Baru ada setelah Buddhisme memasuki Tiongkok.

Buddhisme ditempat lain tidak ada yang menggunakan titik dupa diatas kepala,
kemudian Buddhisme Tiongkok memasuki Korea, maka menjadi Buddhisme Korea.

Kemudian Buddhisme Korea dan Buddhisme Tiongkok memasuki Jepang, berubah
menjadi Buddhisme Jepang. Tata Upacara dan Tata Ritual dalam Buddhisme Jepang ,
baik itu eksoterik maupun tantra, semua ada perbedaan dengan Buddhisme
Tiongkok. Seperti halnya dengan jubah, biksu Tiongkok mengenakan jubah kuning,
atau hitam, atau abu-abu ; Para Sangha Buddhisme Tibet menggunakan jubah lama
yang berwarna merah ; Sedangkan Buddhisme Theravada di Asia Tenggara, ada yang
mengenakan jubah kuning, ada juga yang menggunakan merah. Di Asia
Tenggara, mereka kebanyakan mengenakan jubah Theravada, sedangkan di Tiongkok,
mereka mengenakan changpao. Di Tibet menjadi jubah lhama yang berwarna
merah. Buddhisme Jepang ada yang mengenakan jubah hitam, putih, dan
digantungkan sebuah rompi.

Silsilah Buddhisme tersebar keberbagai daerah, sampai ritual dan jubah
Sangha menjadi berbeda. Maka Buddhisme diwariskan kepada Mahaguru Lu, maka
Mahaguru Lu menyatukan Yaochijinmu dengan Buddhisme, berubah menjadi Buddhisme
Mahaguru Lu. Dari hal ini tidak ada suatu hal yang salah.



Tahukah Anda bahwa banyak sekali Dharmapala dalam Buddhisme Tibet, merupakan
dewa dari Gunung Tanggula (唐古拉山) yang dijadikan Dharmapala, Lima Dewi
Panjang Usia menjadi Dharmapala, Palden Lhamo menjadi Dharmapala, Mahakal Putih
menjadi Dharmapala, semua itu juga ada pengaruh dari kepercayaan Tibet.Kemudian
menyatu dengan Buddhisme menjadi Buddhisme Tibet.

Di Asia Tenggara Buddhisme
Theravada. Buddhisme sampai di Tiongkok menjadi sekte Zen Mahayana, sekte Zen
khusus ada dari orang Tionghoa, kemudian sekte Zen juga diwariskan sampai ke
Jepang. Sedangkan Tantrayana diwariskan sampai ke Jepang menjadi Tantra Timur,
tidak sama dengan Tantrayana Tibet, bahkan rupang adinata nya juga berbeda. Buddhisme
diwariskan sampai ke Taiwan ke garis silsilah saya ini, maka ada Yaochijinmu,
yaitu sinkretisme antara keyakinan setempat dengan Buddhisme, yaitu Buddhisme
Lu Shengyan di Taiwan. Oleh karena itu menurut
saya pada hal ini tidak ada benturan.

Jika Anda sekalian mengamati sejarah
Buddhisme, maka akan memahami, karena begitu Buddhisme tersebar di suatu
daerah, maka akan bersinkretisme dengan keyakinan setempat dan menjadi
Buddhisme dengan tampilan yang berbeda lagi. Sampai di Jepang juga demikian, di
Tibet juga demikian, di Tiongkok juga demikian, sampai di Korea juga demikian,
sampai di Taiwan juga demikian.





Apakah itu
Buddhisme ortodoks ? Pada masa Sakyamuni
Buddha, jubah yang dikenakan oleh Sang Buddha, dengan jubah yang dikenakan oleh
para Arahat, jubah yang dikenakan oleh siswa saat itu, sampai saat ini semua sudah tidak sama lagi.
Jubah telah berubah, makanan dan minuman juga berubah, cara hidup juga berubah,
kebiasaan juga berubah, semua serba berubah. Jadi dalam hal ini tidak ada boleh
dan tidak boleh, asalkan yang Anda yakini adalah Buddha Dharma, tidak
meninggalkan Buddha Dharma, maka Anda adalah Buddhisme ortodoks.

Coba Anda
sekalian renungkan, di Tiongkok (dalam kebudayaan Tionghoa), kedudukan
Yaochijinmu sangat terhormat. Ratu Para Dewaresi Yaochijinmu kita ini, juga
memahami Buddha Dharma. Kita tiap orang
boleh menekuni Buddhisme, bagaimana mungkin Para Mahadewa di surga tidak bisa
menekuni Buddhisme ?



Maka, seperti
Buddhisme India, tidak hanya ada Buddha saja, saat itu juga ada Dewi Gangga,
juga ada banyak Dakini. Dalam Buddhisme India sendiri juga memasukkan deitys dari
Brahmanisme atau Hinduisme, seperti Dewa Brahma, Dewa Visnu dan Dewa Mahesvara. Bahkan tori dalam Hinduisme dengan Buddhisme
juga saling bersinkretisme. Kenapa Sang
Buddha sendiri dapat mensinkretismekan antara Hinduisme dan Buddhisme ,
sehingga (kemudian) muncul sekte Buddhisme yang baru ?

Karena Sang Buddha memahami, asalkan tidak
menyimpang dari “Tekad untuk bebas dari kemelekatan duniawi”, ada “Bodhicitta”,
ada “Madhyamika” dan ada ajaran vijnapti, asalkan kita tidak meninggalkan ini, ini
adalah ajaran Sang Buddha. Jika kita mencabut keempat ajaran tersebut, maka akan
Buddhisme berubah menjadi Brahmanisme. Maka asalkan kita terdapat keempat
ajaran tersebut, berarti kita telah mencakup inti ajaran Sang Buddha.



Dharmadesana
Dharmaraja Liansheng 23 Maret 2008

******* ******* ******* ******* *******
*******



瑤池金母本身在治病方面,有很大的力量,尤其是在瘟疫方面。按照中國的神仙傳裡面所記 載,瑤池 金母本身掌管的就是瘟神,所有的瘟疫都屬於祂掌管的。所以如果有發生什麼瘟疫,我們應 該要祈求瑤池金母,那就沒有錯。
我第一個認識的神靈是仙王瑤池金母,認識瑤池金母是我一生當中命運的轉捩點。

所以我這一生命運的轉變,就是從二十五、六歲開始,千代師姑在玉皇宮叫我的名字,還有 玉皇宮的釋慧靈, 還有瑤池金母,這些因緣加在一起,改變了我這一生。然後我得到了所有的靈感以後,再跟 眾生接觸,開始寫書,使我這一生的命運完全改變了。
真佛宗現在有五百萬的弟子,雷藏寺跟所有分堂、會遍佈全世界,就是師尊從玉皇宮的因緣 開始,從千代師姑開始,從瑤池金母開始。

很 多自稱正統 的佛教徒,只信佛、菩薩,他們認為瑤池金母是屬於民間的信仰,一個學佛的佛教徒不能有 民間的信仰。但是我不能忘掉瑤池金母的恩。因為是瑤池金母給師尊開了 天眼,然後三山九侯仙師每天晚上來教師尊法,然後又指引師尊去拜了鳴和尚,去拜這些師 父,到最後我進入佛教,學顯教,然後又學密教,這起源是由瑤池金母開 始的。所以,我不能說我學了顯教,就把以前的瑤池金母捨掉;我學了密教就把顯教捨掉。 因此,我堅持我們真佛宗雖然信的是佛,釋迦牟尼佛傳下來的教法,顯 教、密教,各宗各派,都好,但是我唯一不能忘的,就是我能夠踏入佛教的門,這都是瑤池 金母給我的牽引。所以,這是為什麼我們真佛宗特別尊崇瑤池金母的原 因。 今天我在這裡跟大家談我跟瑤池金母的因緣。到目前為止我跟瑤池金母是相應的。瑤池金母 也是我的隨身法,就是祂隨著我,跟我合一,每一次我 行什麼法,都跟瑤池金母有關聯。當初在玉皇宮我還看到阿彌陀佛,還看到地藏菩薩,我就 認為瑤池金母、阿彌陀佛、地藏王菩薩就是我的三本尊。所以當初我發 願,將來我如果能夠有成就,我一定幫助瑤池金母、幫助阿彌陀佛、幫助地藏王菩薩,所以 才有「仙王瑤池金母、佛王阿彌陀佛、地王地藏菩薩」三本尊的起源。我 覺得,我拜瑤池金母跟我拜佛,並沒有衝突。因為瑤池金母跟我相應了以後,所有的佛菩薩 都跟我相應。我能夠相應所有的法,是因為瑤池金母法相應了以後,所有 種種的法都相應。

大 家稍微想一下,佛教從印度傳出來以後,從原始佛教開始,一直到現在,傳到西藏的,跟 西藏本身的信仰互相結合在一起,就變成西藏的佛教,就 是藏傳佛教。藏傳佛教跟原來的印度的原始佛教是有不同的。佛教傳到中國漢土以後,跟中 國的道家結合在一起,就變成中國的佛教,當初的佛經傳進來中國的時 候,還用老子的思想去解釋佛經,佛教到了中國以後,就變成中國的佛教。你看中國佛教的 和尚所穿的衣服,所點的戒疤,都是佛陀時代所沒有的,是傳到中國才有 的。其它地方的佛教沒有人點戒疤的。中國佛教傳到韓國,就變成韓國的佛教。韓國的佛教 跟中國的佛教傳到日本,就變成日本的佛教。日本的佛教它的儀式、儀 規,不管顯教、密教,都跟中國的不同。就像穿衣服一樣,中國的和尚穿黃色的,或者是黑 色,或者是灰色;西藏佛教的僧人穿紅色的喇嘛裝,東南亞小乘的佛教, 有的穿黃的,也有一些穿紅的。在東南亞的國家,他們是屬於小乘的裝束,到了中國,衣服 就變成長袍,到了西藏又改成藏紅色的喇嘛裝,日本佛教穿黑的、白的, 跟吊一個包包,佛教傳承到各地,最後連僧人衣服的樣式什麼都不一樣了。 所以,佛教傳到盧師尊的身上,盧師尊就把瑤池金母跟原來佛教互相結合在一起,就成為盧 師尊的本土佛教。這個沒有什麼錯誤的。你知道嗎?西 藏佛教、藏傳佛教裡面很多護法神,是唐古拉山的山神做護法,是長壽五仙女做護法,是大 吉祥天做護法,是白麻哈嘎拉神做護法,那些原來都是西藏的信仰,然後 跟佛教結合起來就變成藏傳佛教。在東南亞就是小乘佛教,到了中國就是大乘禪宗,禪宗是 中國人特有的,禪宗也傳到日本。密教傳到日本,就變成東密,跟西藏密 宗不同的,連神像都不一樣。佛教傳到台灣我的這一條傳承的脈,就有瑤池金母,就是本土 跟佛教結合,就是台灣盧勝彥的本土佛教。所以我覺得這是不衝突的。 大家如果看佛教的歷史,就可以知道,因為佛教只要傳到哪裡,就會跟那地方的民間信仰結 合在一起,變成另外一種佛教的形式出現。到日本也是 一樣,到西藏也是一樣,到中國也是一樣,到韓國也是一樣,到台灣也是一樣。什麼是正統 的佛教?釋迦牟尼佛時代,佛陀所穿的衣服,跟所有的阿羅漢穿的衣服, 那時候的弟子所穿的衣服,到了現在統統都不一樣了,衣服也變了,飲食也變了,生活也變 了,習慣也變了,什麼通通都變了。所以,並沒有什麼可以跟不可以的, 只要你信的是佛法,不離開佛法,你就是正統的佛教。

大 家想想看,在我們中國來講,瑤池金母的地位是很崇高的。我們仙王瑤池金母,祂也懂佛 法。我們每一個人都可以學佛,天上的神仙怎麼不能夠學 佛呢?所以,像印度佛教並不是說只有佛而已,當初的時候也有恆河女神,也有很多的空行 母。在印度的佛教裡面,本身也摻雜了婆羅門教跟印度教的神,像大梵天 是創造神,遍淨天是保護神,大自在天是破壞神,有所謂的創造神、破壞神跟保護神。印度 教的道理,佛教的道理,也是互相融合的。為什麼佛陀本身會融合印度教 跟佛教,產生了一個新的佛教教派出來呢?因為佛陀祂知道,要有「出離心」,要有「菩提 心」,要有「中觀」跟「唯識」的思想。我們學佛只要不偏離「出離 心」、「菩提心」、「中觀」跟「唯識」,這個就是佛陀本身所教的法,把這四個拿掉,佛 教就變成印度教跟婆羅門教。 所以,今天我們學佛,只要有「出離心」、「菩提心」,有「中觀正見」,有「唯識」的思 想,你就抓住了佛法的要義。

我們真佛宗大家學的都是 很正的法,我們真佛宗絕對是正教。我們才是正信。那些自以為正信的佛教,不一定是正的 ,當然也有正的。我們真佛宗真就是真,正就是正。而且佛國淨土是我親 眼所見、親證的境界。



法王蓮生活佛2008323日開

Jumat, 17 September 2010

Netral Dan Tidak Tercemar





Netral dan Tidak Tercemar

(Intisari Ceramah Dharmaraja Lian Sheng Tanggal 4 September 2010 Pada Upacara Akbar Penyeberangan Musim Gugur Amitabha Buddha dan Transmisi Sadhana Prajnaparamita Bhagavati)

Sembah sujud pada Bhiksu Liaoming, Guru Sakya Zheng Kong, Gyalwa Karmapa XVI, Guru Thubten Dhargye! Sembah sujud pada Triratna Mandala! Sembah sujud pada adinata upacara hari ini Buddha Amitabha! Sembah sujud pada adinata transmisi sadhana Prajnaparamita Bhagavati! Gurudhara, Para Acarya, Dharmacarya, Lama, Pandita Dharmaduta, Pandita Lokapalasraya, ketua vihara, para umat se-Dharma, Dubes Liao yang paling kita hormati, semua tamu agung yang kita hormati, dan umat se-Dharma di internet, salam sejahtera semuanya! Hari ini saya akan transmisi Sadhana Prajnaparamita Bhagawati. Tadi kita mengadakan upacara penyeberangan Buddha Amitabha, Acarya pemimpin upacara mulai mengadakan upacara, karena Mahaguru menganggur di atas Dharmasana, setelah saya memberkati acarya pemimpin upacara, saya pun duduk bersila di belakang, duduk istirahat sambil memejamkan mata. Tadinya saya ingin duduk istirahat sambil memejamkan mata, yang penting kepala saya tidak goyang hebat saja, tak disangka, begitu memejamkan mata, saya pun melihat Adinata Buddha Amitabha menurunkan satu unit bahtera Dharma, bukan bahtera kayu, melainkan bahtera emas, bahtera Dharma besar berwarna keemasan. Adinata Amitabha berkata pada saya, "Naiklah!" Kalau saya naik, bukankah saya kembali ke Mahapadminiloka? Kalau saya tidak turun lagi, bukankah saya duduk di atas Dharmasana selamanya tidak bisa buka mata lagi? Ada orang berkata, "Sekali pejam mata, begitu buka mata, itulah satu malam; sekali pejam mata, begitu tidak buka mata, itulah seumur hidup." Saya naik ke bahtera Dharma berwarna keemasan, hati saya kurang tenang, bukan hati nurani saya tidak tenang; setelah naik bahtera Dharma, saya pun tidak akan kembali lagi! Ia berkata, "Anda masih boleh kembali." Saya pun naik dengan tenang. Setelah naik, Adinata Amitabha pun berkata, "Anda yang memegang kemudinya." Saya berkata, "Jangan! Saya bisa mabuk laut, nanti kalau goyang hebat, orang-orang di bawah melihat saya sedang mabuk laut, tidak enak, dikira saya ketiduran." Ia berkata, "Tidak apa-apa, bahtera Dharma ini sangat mantap, jika Anda mabuk laut, kepala hanya bergoyang sedikit saja, orang-orang tidak akan mengira Anda sedang mengantuk." Saya pun bersama para makhluk akhirat, pergi ke Mahapadminiloka. (Hadirin tepuk tangan) Aneh juga! Selama mengendarai bahtera, saat melakukan Simabandhana Diri, saya masih bisa bergerak sebentar; saat melakukan Mahanamaskara, saya juga bisa bergerak sebentar, saya sadar sedang melakukan ritual apa, tiba-tiba sudah sampai di Mahapadminiloka, melihat sebentar, begitu mata dipejamkan, sekali buka mata, di atas Dharmasana lagi, secepat itulah, setelah pergi, kembali lagi. Upacara ini saya merasa ada satu kata sangat bagus, kata ini adalah tadinya saya ingin katakan saat parinirvana, sampai akhirnya saya tidak ingin katakan lagi, karena kata ini mengandung arti yang sangat luas, orang-orang tidak mengerti. Tadinya saat saya meninggal dunia, saya mau berteriak satu kata, "Enak!" Namun, kata ini sudah banyak digunakan, tidak ada artinya diutarakan, lain kali saya pikir kata lain saja. Kita bahas dulu tentang upacara kali ini, saya merasa bagus sekali, saya duduk di Dharmasana, tidak melakukan apa-apa, sekali mata dipejamkan begitu dibuka, upacara pun selesai! Wah, ini benar-benar enak! Lain kali, upacara demikian saya mau hadir! (Hadirin tepuk tangan) Tidak perlu melakukan apa-apa! Sebentar saja sudah selesai. Teringat tentang kata "enak", saya teringat dulu ada seorang bernama "A Shuang" (shuang=enak), A Shuang ini hidup sampai usia setengah baya, ia pun meninggal dunia. Teman-teman dekatnya menggelar upacara pemakaman untuknya, putra, putri, dan istrinya mengantarnya ke pemakaman, ikut di belakang, air mata terus mengalir. Berteriak, "A Shuang! Shuang! Shuang!" (Enak! Enak! Enak!) Orang di samping keheranan, jelas-jelas mengantarkan ke pemakaman, mengapa terus berteriak, "Shuang! Shuang!" (Enak! Enak!) Lantas bertanya pada mereka, "Jelas-jelas kalian ini mengantar ke pemakaman, mengapa berteriak "Enak"?" "Memangnya Anda tidak tahu, "Shuang" telah mati!" (Enak sekali) Upacara hari ini, saya pun punya perasaan demikian, duduk di atas Dharmasana, tidak berbuat apa-apa. Mengendarai bahtera Dharma, naik di atas awan dan menunggang kabut, goyang sana goyang sini, hati senantiasa nyaman, seperti cerita lucu ini, "Memangnya Anda tidak tahu, "Enak sekali", begitulah perasaannya." Begitulah kehidupan, bisa hidup dengan bahagia sudah sangat bagus, bisa belajar Buddha, lebih bahagia lagi, saya berharap setiap umat se-Dharma bahagia, setiap hari sangat bahagia. (Hadirin tepuk tangan) Akhir-akhir ini saya pergi ke Taiwan 4 bulan lebih, baru pulang, lalu memberkati upacara penyeberangan tanggal 4 September ini, tanggal 15 September kembali lagi ke Taiwan Lei Tsang Temple. Mereka meminta saya menetap di Taiwan, tadi Ketua Sun mengatakan saya cinta Taiwan, saya cinta Republic of China, sebenarnya benar juga. Jadi, kembali untuk kerja keras sebentar, tetapi kerja keras dengan bahagia, saya merasa kembali ke sana sangat bagus. Mereka mengucapkan satu pepatah, Seattle "berpemandangan indah tetapi membosankan", kembali ke Taiwan "kotor dan berisik tetapi menyenangkan", di sinilah bedanya. Saya suka pemandangan indah, saya juga suka menyenangkan, bagaimana? Akhirnya ada satu cara, saat musim panas di Taiwan, saya pun kembali ke Seattle sebentar, (hadirin tepuk tangan meriah dan bergemuruh) Sudah! Sudah! Cukup nyaman! Namun, suara tepuk tangan kalian ini, mutlak kalah dengan suara tepuk tangan umat Taiwan. Cukup cukup, wah! Saya sudah tidak tahan. Saya berpikir demikian, musim panas di sana benar-benar panas sekali. Saya tunjukkan satu contoh sederhana, seperti mahkota Dharmaraja yang saya kenakan di Taiwan, setelah saya berceramah Dharma dan abhiseka semua umat, mahkota Dharmaraja diangkat, air dari wajah, dari mata, dari seluruh punggung mengguyur ke bawah, mahkota Dharmaraja karena tertutup rapat, keringat yang keluar dari ubun-ubun menjadi kolam renang, begitu mahkota Dharmaraja diangkat, air pun mengucur ke bawah -- sungguh panas, di sana saya terus berpikir, "Aduh! Tidak tahan lagi! Aduh! Tidak tahan lagi! Saya kembali saja ke Seattle." Namun, saya merasa tidak sopan kalau sampai menolak undangan Taiwan, saya tanggal 15 September kembali lagi ke Taiwan. Saya merasa musim dingin di Taiwan seharusnya sangat manis, seharusnya sangat bagus, saat musim dingin saya kembali, musim panas, saya usahakan cari kesempatan untuk kembali, musim dingin tetap di sana. Musim panas di Taiwan benar-benar panas, namun, kali ini saya juga telah keliling Taiwan, Hong Kong, dan Macau, kira-kira 100 lebih vihara cabang, upacara Taiwan setiap Saturday afternoon 3 o'clock (hari sabtu pukul 3 sore), (hadirin tepuk tangan) ten thousand people, paling tidak ada 10 ribu orang hadir, every Saturday setiap sabtu ada upacara, malah setiap sabtu puluhan ribu orang, saya benar-benar duduk di atas, menetap puluhan ribu orang, di hati saya hanya ada satu kata, yaitu kata ini, kalian bisa menebaknya. Kita tahu visa Amerika Serikat agak susah, banyak orang mau datang ke sini benar-benar agak sulit, malah konon sekarang harga tiket pesawat naik, badai finansial belum berlalu, semua orang masih berhemat. Hari ini menjelaskan Sadhana Prajnaparamita Bhagavati, Prajnaparamita Bhagavati adalah sesosok Bhagavati terbesar, seluruh Buddha bahkan terlahir dari Prajna Paramita Bhagavati. Apa maksudnya? Karena Buddha Sakyamuni ketika masih hidup di dunia, berceramah tentang Sutra Mahaprajna, Sutra Mahaprajna diringkas menjadi Sutra Vajrachedika Prajna Paramita yang sering kita sebut, biasa dikenal dengan Sutra Vajra. Sutra Mahaprajna diringkas menjadi Sutra Vajra, Sutra Vajra diringkas menjadi Sutra Hati (Prajna Paramita Hrydaya Sutra). Jadi, Sutra Mahaprajna, Sutra Vajra, Sutra Hati, sebenarnya adalah satu seri. Buddha Sakyamuni memutar Dharmacakra yang kedua adalah Dharma Prajna. Jadi, Para Buddha terlahir dari Sutra Mahaprajna hasil pemutaran Dharmacakra kedua, oleh karena itu, Bhagavati tertinggi dari Dharma Prajna, disebut Prajnaparamita Bhagavati, dengan kata lain, Bhagavati yang melahirkan segala Buddha, jadi Dharmabala-Nya sangat besar, kebijaksanaan yang diberikan tidak terhingga dan tidak terbatas. Di dalam Tantra, penekunan Sadhana Prajnaparamita Bhagavati, awalnya harus bervisualisasi di tengah angkasa ada aksara "Bang", satu lingkaran, di bawah ada persegi empat, itulah aksara Tibet "Bang", pokoknya aksara Tibet ini bisa dibaca menjadi kata "Bang" yang sering kita ucapkan, yang berarti "hebat", intonasi ini sangat tepat -- "Bang". Dari aksara "Bang" ini muncul sebuah teratai, kalian lihat di belakang saya adalah gambar rupang Prajnaparamita Bhagavati, teratai-Nya terlahir dari aksara "Bang", aksara "Bang" ini ada sebuah cakra candra, cakra candra ini muncul dari aksara "A". Gagak Seattle sangat banyak, terbang ke sana ke mari, mereka semua sedang baca mantra. Saya pernah mengatakan, kicauan gagak adalah "A, A, A", Anda pun ingat kicauan gagak, "A", inilah satu aksara Tibet "A", cakra candra yang terlahir dari aksara "A" ini, satu bulan di pusat teratai, di pusat juga ada sebuah aksara "A" berwarna kuning. Yaitu aksara "Bang" melahirkan teratai, aksara "A" putih melahirkan cakra candra, pusat cakra candra ada lagi aksara "A" berwarna kuning, melahirkan Prajnaparamita Bhagavati. Anda harus visualisasi Prajnaparamita Bhagavati, Ia memiliki wujud dewi, tubuh-Nya sangat langsing, tangan kanan-Nya memegang peti prajna, tangan satu ini memegang peti prajna, tangan yang satu lagi vajra dorje bersula 7 dari emas, dua tangan di bawah membentuk mudra samadhi Amitabha. Wujud Sambhogakaya Bhagavati, Ia mengenakan mahkota, anting, gelang, barang berharga, bahkan separuh tubuh-Nya mengenakan jubah surgawi yang berlapis, berwajah kuning, sangat agung, sangat cantik, inilah wujud-Nya. Di atas ubun-ubun (kening) Prajnaparamita Bhagavati, sama-sama ada "OM", cakra tenggorokan ada "A", cakra hati ada "HUM", "OM A HUM", bercahaya, Pancabuddha di tengah angkasa bersama-sama turun di keempat sisi Prajnaparamita Bhagavati, sekeliling adalah Pancabuddha, sangat agung. Pancabuddha, di tengah Buddha Vairocana, di timur Buddha Aksobhya, di barat Buddha Amitabha, di utara Buddha Amoghasiddhi, di selatan Buddha Ratnasambhava, Pancabuddha turun bersamaan, saat itu, sadhaka harus visualisasi Prajnaparamita Bhagavati di depan, Pancabuddha di tengah angkasa, semua menjadi cahaya, "OM A HUM", masuk ke dalam hati Anda, kemudian Anda sendiri berubah menjadi Prajnaparamita Bhagavati. Inilah cara menekuni Prajnaparamita Bhagavati. Mudra-Nya disebut Mudra Peti Prajna, ditaruh di bagian pusar, inilah mudra-Nya, visualisasi sesuai visualisasi yang tadi kita terangkan, japa mantra, jika kalian baca Sutra Hati, paling belakang akan terbaca mantra ini, yakni di depan ditambah "DIE YA TA. OM." Mantra Prajnaparamita Bhagavati adalah "DIE YA TA. OM. GA TE. GA TE. PO LUO GA TE. PO LUO SENG GA TE. PU TI SUOHA." Ada 4 titik berat dalam penekunan Tantra, titik berat pertama adalah visualisasi, yang tadi saya jelaskan adalah urutan visualisasi; titik berat kedua adalah menjapa mantra, "DIE YA TA. OM. GA TE. GA TE. PO LUO GA TE. PO LUO SENG GA TE. PU TI SUOHA." Titik berat ketiga adalah membentuk mudra, setelah Anda menjapa mantra, saat memasuki samadhi, Anda pun membentuk mudra peti prajna, yaitu mudra Prajnaparamita Bhagavati; keempat Anda pun memasuki samadhi. Ada visualisasi, japa mantra, bentuk mudra, memasuki samadhi, keempat titik berat Tantra sudah ada, TBF boleh menuliskan tatacara Sadhana Prajnaparamita Bhagavati seperti yang Mahaguru terangkan. Titik berat yang terpenting adalah Prajnaparamita Bhagavati turun, Pancabuddha turun, semua berubah menjadi cahaya masuk ke dalam hati sadhaka; seluruh jiwa dan raga sadhaka penuh dengan amrta. Dengan kata lain, dari ubun-ubun hingga ujung kaki, hingga jari tangan, seluruh pori-pori, semua adalah amrta, prana dan nadi di seluruh tubuh, setiap bagian tubuh penuh dengan amrta, ini adalah satu titik berat; saat ini, terlebih dahulu visualisasi, membentuk mudra, dan memasuki samadhi. Visualisasi, japa mantra, memasuki samadhi, kemudian keluar samadhi. Urutan ini, TBF seharusnya sudah mengerti! Di mana Acarya Teragung TBF Acarya Lianning? Walaupun ia belum menyandang jubah Dharmaraja, namun, ia juga seorang yang telah mencapai pencerahan. Aliran kita ada 3 orang yang menyandang jubah Dharmaraja; Acarya Lianning adalah orang keempat yang menyandang jubah Dharmaraja. Saya berkata padanya, jika Mahaguru kembali ke Taiwan, atau suatu hari menetap di negara manapun, baik menetap di Taiwan, Indonesia, atau menetap di mana pun, atau menetap di Seattle. Saya kembali ke Seattle, saya pun menyandangkannya jubah Dharmaraja, jika saya tidak kembali ke Seattle, ia masuk saja ke Zhenfo Miyuan saya, di dalam lemari pakaian saya banyak jubah Dharmaraja, saya sudah umumkan kepada seluruh umat, terserah Anda mau ambil yang mana, setelah Anda sandang di dalam, lalu keluarlah, Anda pun mengaku sebagai Dharmaraja Zhenfo Zong kita yang keempat. Akan tetapi, Dharmaraja Anda ini beda, sayalah yang langsung mentransmisikan secara lisan beberapa kunci dan kata-kata kebijaksanaan agung yang paling penting kepadanya! (Hadirin tepuk tangan) Agak beda. Jadi, ia boleh terang-terangan masuk ke kamar saya di Zhenfo Miyuan. Apakah ia punya kunci kamar saya? Tidak ada! Kalau begitu, Anda boleh minta dengan orang yang punya kunci, setelah minta, ambil satu jubah Dharma dari dalam lemari pakaian saya, setelah Anda sandangkan, Anda keluar saja, itu sudah benar! Saya sudah lebih dulu mengatakan pada Anda, jika saya tidak kembali, Anda ingin sekali menyandang jubah Dharmaraja, Anda pun sandangkan sendiri, agar tidak menghabiskan waktu menyandang di sini. Sadhana Prajnaparamita Bhagavati termasuk suatu mahasadhana, namun, urutan Sadhana kelihatan sangat sederhana; tatacara ini kelihatan sangat sederhana, sebenarnya ia benar-benar sebuah sadhana yang sangat agung. Kita tahu kata "prajna" ini sangat tidak gampang, pada zaman Buddha Sakyamuni, pada saat Bodhidharma datang ke daratan timur, justru mengatakan yang satu ini, yang diterangkan hari ini juga yang satu ini. Ada seorang umat berkata pada saya, "Saya mau ikut silsilah 1000 tahun." Tidak tahukah Anda bahwa Sadhana Prajnaparamita Bhagavati yang saya terangkan, "Prajna" itu berapa tahun? 2600 tahun yang lalu. Sabda Buddha Sakyamuni, silsilah kita ada 2600 tahun. Ia mengira Zhenfo Zong kita setelah diwariskan Mahaguru, hingga sekarang kurang lebih 30 tahun saja, dikira kita hanya 30 tahun, apa tidak salah! Kita punya silsilah 2600 tahun, ia tidak mau, ia mau yang 1000 tahun, apa tidak salah! Apa yang dimaksud "besar", yang paling besar adalah Prajnaparamita Bhagavati, jadi disebut "Mahaprajnaparamita", Maha berarti besar, mengapa besar? Kebijaksanaan yang tak terhingga, Akasagarbha! Tidak terhingga, tidak bertepi, kebijaksanaan demikian tidak bertepi, ini baru disebut "besar"; jika terhingga tidak disebut besar; tidak terhingga, tidak bertepi, tiada awal dan tiada akhir, sepenuhnya menyatu dengan Dao baru disebut "besar". Mahaguru sendiri telah menyatu dengan Dao, menyatu dengan Dao adalah besar; (Hadirin tepuk tangan) tidak ada bentuk persegi atau lingkaran, besar maupun kecil, tidak ada atas maupun bawah, panjang maupun pendek, juga bukan hijau, kuning, merah, putih, juga tidak ada kebencian maupun kebahagiaan, tidak ada benar maupun salah, tidak ada baik maupun jahat, tidak ada awal maupun akhir, ini baru disebut "besar". Yang tadi saya katakan ini menggambarkan titik merah. Zhenfo Zong kita ada yang namanya memanah, artinya Anda telah memahami hati dan mencapai pencerahan, Anda telah memahami hati dan menyaksikan Buddhata, lalu sampaikan satu kalimat pada Mahaguru, begitu saya dengar, saya pun tahu Anda telah mencapai pencerahan; Anda tulis 4 kata, tulis 5 kata, atau kata-kata yang Anda sampaikan pada saya, begitu saya dengar, saya pun tahu masih di pinggir titik merah. Inilah titik merah, warna merah, bulat, satu titik merah. Saya berkata pada Acarya Lianning, ketiga Dharmaraja lainnya memanah ke dalam titik merah, masih banyak yang memanah di luar titik merah, masih banyak anak panah menyasar, entah ke mana. Yang tadi diterangkan menggambarkan titik merah, namun tidak mengutarakan titik merah, "tidak ada bentuk persegi maupun lingkaran, besar maupun kecil, tidak ada atas maupun bawah, panjang maupun pendek, bukan hijau, kuning, merah, putih, tidak ada kebencian, tidak ada kebahagiaan, tidak ada benar maupun salah, tidak ada baik maupun jahat, tidak ada awal maupun akhir", itulah gambaran dari titik merah, cerahilah pelan-pelan! Namun, jika kalian mengatakan satu kata "kosong", "Yang Mahaguru katakan adalah kosong!" Anda saja yang kosong! Saya mana kosong. Ada 1 orang, suatu hari istrinya berkata padanya, "Jika suatu hari saya telah meninggal dunia, apa yang akan kamu lakukan?" Sang suami pun menjawab, "Wah! Jika kamu meninggal dunia, saya pasti gila." Sang istri mendengarnya sangat "rela", begitu mendengarnya, hatinya sangat senang, ia ajukan lagi pertanyaan kedua, "Apakah kamu akan menikah lagi?" Suaminya pun berkata, "Saya belum gila sehebat itu!" Jika Anda mengira apa yang Mahaguru katakan adalah kosong, Anda menjawab bahwa apa yang Mahaguru katakan adalah kosong, salah! Saya belum gila sehebat itu. Jika manusia memasuki "kekosongan", mudah sekali menjadi gila. Manusia sekarang banyak yang depresi, banyak sekali, banyak remaja juga demikian, pikirannya kosong, apapun tidak suka, mayat berjalan, apapun tidak ingin dilakukan, apapun tidak berminat, apapun tidak ada, "Bukankah kosong? Mahaguru mengatakan kosong! Saya pun depresi, apa lagi yang dilakukan, apapun kosong, langit juga kosong, bumi juga kosong, harta tak bergerak juga kosong, kaya juga kosong, bekerja juga kosong, kesenangan apapun pada akhirnya adalah kosong!" Ia pun terkena Depression. Sekarang sudah tidak ada lagi harta tak bergerak! Mengapa, kita tahu seluruh bumi sedang gempa, gempa di mana-mana, berguncang! Anda lihat pulau selatan New Zealand, Kota Christian, harta tak bergerak pun bergerak, masih ada harta tidak bergerak apa lagi? "Jangan melekat pada kekosongan", kata-kata kebijaksanaan agung, jangan melekat pada kekosongan, mengapa jangan melekat pada kekosongan? Karena masih ada Buddha dan Bodhisattva! Ada Buddhata! Mana mungkin kosong? Jadi, jika Anda mengatakan kosong, itu tidak benar, berarti memihak pada kosong; Anda juga jangan memihak pada ada, juga jangan melekat pada kosong, hati kita harus netral, tidak tercemar. Kita bicara tentang hati, Agama Buddha Zen yang bicara tentang hati dinamakan "Vijnanapada", "Aliran Yogacara", disebut "Aliran Hati", "Aliran Hati Buddha", bicara tentang Zen, tidak boleh bicara tentang "ada". Mengapa tidak boleh bicara tentang "ada"? Karena Anda memihak di sisi "ada", itulah "paham materialistis"; memihak di sisi kosong, itulah "paham nihilisme", jika tidak melekat pada kedua sisi, ini disebut netral, tidak tercemar, ini adalah satu poin kebijaksanaan agung yang paling penting. Prajnaparamita Bhagavati justru netral, hati tidak tercemar; apapun yang terjadi, jiwa dan raga pun tidak tercemar. Lingkungan bisa mencemari, keturunan juga bisa mencemari. Keturunan dan lingkungan, tempo hari sempat menyampaikan sebuah cerita lucu, "Apa perbedaan antara lingkungan dan keturunan?" Guru bertanya, Xiaoming pun berdiri dan menjawab, "Jika saya mirip ayah saya itulah keturunan, mirip Paman Yang di sebelah rumah kami itulah lingkungan." Sudah mengerti? Itulah perbedaan antara lingkungan dan keturunan, kita tidak tercemar oleh lingkungan, tidak tercemar oleh keturunan, kita jangan sampai tercemar oleh kedua sisi, tidak tercemar oleh "kosong", tidak tercemar oleh "ada", inilah "pandangan benar Madhyamika" yang disabdakan Buddha Sakyamuni. Tiga argumen utama dari Sang Buddha, argumen pertama adalah "niat meninggalkan keduniawian", argumen kedua adalah "Bodhicitta", argumen penting ketiga adalah "pandangan benar Madhyamika". Yang namanya "pandangan benar Madhyamika" disebut "prajna", yakni yang dikatakan Mahaguru, Anda memanah satu titik di tengah titik merah, Anda pun memperoleh kebijaksanaan agung. Kebijaksanaan agung disebut Paramita, Paramita berarti Anda telah mencapai tingkatan tersebut, telah mencapai tingkatan kebijaksanaan agung, jadi mencapai pencerahan dan memahami hati adalah tingkatan kebijaksanaan agung. Begitu tiba di tingkatan kebijaksanaan agung, jati diri Anda pun cepat sekali bisa bersih, sifat Anda pun bersih, Anda pun mencapai kebuddhaan, ini disebut Mahaprajnaparamita, yaitu kebijaksanaan agung. Ada kebijaksanaan agung mencapai pantai seberang, "OM. GA TE. GA TE. PO LUO GA TE. PO LUO SENG GA TE. PU TI SUOHA." Mantra ini berarti kebijaksanaan agung mencapai pantai seberang. Asalkan Anda telah menguasai kebijaksanaan ini, Anda pun bebas datang dan pergi, tidak datang maupun pergi, seakan-akan datang, seakan-akan pergi, itulah Tathagata. Apa yang dimaksud Buddha Tathagata? Buddha itu seakan-akan datang, seakan-akan pergi pula, itulah Tathagata. Bisa seakan-akan datang, seakan-akan pergi pula, mengerti ini, hati Buddha pun tak mandek, "mandek" maka menjadi tidak ada kebijaksanaan. Hati tidak mandek, maka bebas datang maupun pergi. Mahaguru sendiri adalah tidak ada awal maupun akhir. (Hadirin tepuk tangan) Lantas, kalian pasti akan berpikir, "Ia mengalami kelahiran, kelak juga akan mengalami kematian!" Saya pun berkata pada Acarya Lianning, "Kelak jika saya tidak bisa kembali, terjadi sesuatu, Anda ambil dan pakai sendiri jubah Dharmaraja, Anda pun menjadi Dharmaraja, tolong Anda pakai sejenak, membabarkan Dharma mewakili Mahaguru." Mahaguru juga bisa meninggal dunia! Mengapa bisa disebut "tiada kelahiran maupun kematian"? Di dalam Buddhadharma, jika Anda memiliki kebijaksanaan agung, Anda pun akan memahami bahwa Anda sendiri tiada kelahiran maupun kematian. Mengapa tiada kelahiran maupun kematian? Anda harus mencerahinya! Mengapa disebut tiada kelahiran maupun kematian? Bodhidharma tiba di daratan timur, inilah Dharma yang Ia wariskan, inilah prajna yang Ia wariskan, agar semua murid-Nya mencerahi, mencapai pencerahan dan memahami hati, menyaksikan Buddhata, semenjak ini memperoleh kebijaksanaan agung dan mencapai kebuddhaan. Saya merasa wanita memiliki kebijaksanaan agung, jadi baru disebut Prajnaparamita Bhagavati. Sepasang suami istri pergi ke mal, tiba-tiba sang suami tidak menemukan istrinya, istrinya hilang, ia pun mencari seorang penata rias cantik, ia berkata, "Bolehkah saya mengobrol denganmu?" Nona penata rias itu berkata, "Baiklah! Kalau begitu, Anda mau mengobrol apa?" "Terserah, mengobrol apa saja." Nona penata rias berkata, "Mengapa Anda mau mengobrol dengan saya?" Ia berkata, "Karena istri saya hilang, asalkan ia melihat saya mengobrol dengan nona cantik, maka ia akan muncul." Inilah kehebatan Prajnaparamita Bhagavati. Kalian yang menikah, asalkan mengobrol dengan nona muda, istri Anda langsung muncul. Hebat, hebat, Prajnaparamita Bhagavati. Maha adalah besar, prajna adalah bebas leluasa, bebas leluasa adalah prajna, prajnaparamita adalah mencapai pantai seberang, kebijaksanaan yang berjati diri bersih, itulah prajna, yakni bebas datang maupun pergi, kebijaksanaan yang berjati diri bersih, paramita adalah pantai seberang. Bicara tentang 4 pasang mempelai yang menikah tadi, saya telah menyampaikan pada mereka, saya merasa pergerakan emansipasi wanita sungguh berlebihan, namun, kadang-kadang tidak bisa berbuat apa-apa juga, karena wanita bisa melahirkan. Di mana kehebatan wanita? Sepasang suami istri yang baru menikah, sang suami berkata pada istrinya, "Kelak di dalam rumah tangga ini, saya menjadi CEO, kamu menjadi wakil CEO." Ini wajar! Istrinya pun berkata, "Saya tidak mau menjadi wakil CEO, juga tidak mau menjadi CEO." Sang suami, "Kalau begitu, terlalu menyusahkan kamu." Ia berkata, "Saya susah sedikit, saya jadi ketua bendahara saja." Anda lihat, begitulah kehebatan Prajna Bhagawati, ia menjadi ketua bendahara, kalau begitu pria menjadi CEO apaan, CEO tidak berhak mengurus uang, masih menjadi CEO apaan, sudahlah sudahlah! Saya peringatkan sebentar keempat pasang mempelai tadi, kalian pulang rembukkan sebentar, lebih baik pria yang menjadi ketua bendahara, wanita yang menjadi CEO. Kecerdasan biasa tidak bisa dibandingkan dengan kebijaksanaan agung Prajnaparamita Bhagavati, kebijaksanaan agung Prajnaparamita Bhagavati bisa membuat Anda bebas dari kerisauan. Inilah kehebatannya, di dunia ini siapa yang bebas dari kerisauan? Setiap orang punya kerisauan, Buddha bebas dari kerisauan, Prajnaparamita Bhagavati bebas dari kerisauan. Mengapa Prajnaparamita Bhagavati bebas dari kerisauan? Mengapa Buddha bebas dari kerisauan? Mengapa memahami hati dan menyaksikan Buddhata justru bebas dari kerisauan? Inilah kehebatannya, ini harus Anda pikirkan, cerahi baik-baik sepulang nanti, mengapa setelah mencapai pencerahan, tidak akan ada kerisauan lagi? Setelah mencapai pencerahan, jati diri Anda pun bersih, sarat dengan kebijaksanaan, mengapa? Seluruh umat se-Dharma harus mencerahinya, jika Anda telah berhasil mencerahinya, Anda pun Dharmaraja Zhenfo Zong yang kelima, jubah Dharmaraja ini pun untuk Anda. (Hadirin tepuk tangan) Orang yang mencapai pencerahan, tidak hanya bebas dari kerisauan, ada satu yang sangat penting, orang yang mencapai pencerahan juga tidak ada loba, dosa, dan moha, ketiga racun sirna semua, tidak akan timbul keserakahan, tidak akan marah, tidak akan bertindak bodoh. Karena Anda telah mencapai pencerahan, telah memperoleh kebijaksanaan agung, maka tidak akan bertindak bodoh, juga tidak akan serakah, juga tidak akan naik pitam, tidak akan selalu marah. Karena Anda tahu, serakah, akan jatuh ke neraka; marah, Anda akan menjadi Asura, alam setan kelaparan; bodoh, Anda akan menjadi hewan, Anda akan berubah menjadi yang terbang di langit, merangkak di tanah, berenang di air, yakni bertumimbal lahir di 3 alam samsara. Mengapa setelah Anda memahami hati dan menyaksikan Buddhata, serta berhasil mencerahi, setelah dipraktekkan, tidak akan ada lagi loba, dosa, dan moha? Kalian juga harus cerahi yang satu ini, apa itu kebijaksanaan agung? Apa itu prajna? Anda dapat benar-benar mempraktekkan Dharma prajna Anda -- Dharma prajna yang diwariskan Buddha Sakyamuni 2600 tahun yang lalu, hari ini Anda pun bisa hidup dengan sang
at bahagia. Di sini saya berterima kasih pada Gurudhara, semua Acarya yang datang dari berbagai negara, ada lagi Dharmacarya, para Lama, ada lagi umat se-Dharma dari kawasan Amerika dan Kanada, bahkan dari berbagai negara, ada lagi seluruh tamu agung yang telah menghadiri upacara akbar kita, terima kasih banyak. Semoga kita semua bisa bahagia setiap hari, melatih diri setiap hari, segalanya mujur dan sesuai kehendak! Om Mani Padme Hum.

Segala Pahala Kebajikan dari pembabaran Dharma di blog ini, seluruhnya dipersembahkan kepada Mula Guru Dharmaraja Lian Sheng, semoga Dharmaraja Lian Sheng selamanya menetap di dunia, dan memutar Roda Dharma dalam bentuk kendaraan besar dan kecil untuk berbagai tingkat kemampuan dalam motivasi semua makhluk yang ada saat ini. Semoga saya dapat segera mencapai Pencerahan Sempurna demi semua makhluk. Semoga semua makhluk yang hidup di Samsara dapat berjodoh dengan Buddha Dharma, mempraktekkan Dharma, setelah memperoleh pengetahuan, dapat mengalahkan musuh - musuh yang berbahaya, dari ketiga racun, dan dapat mencapai Pencerahan

Om Mani Padme Hum

Secara khusus saya mengucapkan terima kasih kepada Saudara Sedharama, Lian Hua Shi An yang telah menerjemahkan sangat banyak Materi Dharma dari Bahasa Mandarin ke Bahasa Indonesia, yang mana hasil terjemahannya sangat banyak yang saya post di blog ini

Manjusri Mantra

Music


Music