Tampilkan postingan dengan label Prayer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prayer. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 September 2010

Prayer






PRAISES TO DHARMAPALA

By Grand Master Lu :

(bisa dilafal pagi dan malam atau setiap saat kepada Dharmapala Anda)

邪誘生時願增守護戒律力。

Xieyou shengshi, yuan zeng zhouhu jielv li

Di saat keinginan jahat timbul, kuatkanlah penjagaan sila ku


  違緣生時願增無生法忍力。

Weiyuan shengshi, yuan zeng wusheng faren li

Di saat terjadi hal yang tak diinginkan, kuatkanlah Anutpatika Dharmaksanti

(menyadari kesunyataan sehingga memperoleh ketenangan)


  散亂生時願增妄念顯定力。

Sanluan shengshi, yuanzeng wangnian xian ding li

Saat timbul pikiran kacau, kuatkanlah Samadhi ku


  昏沈生時願增法身光明力。

Hunching shengshi, yuan zeng fashen guangming li

Di saat tenggelam dalam kemabukkan, cemerlangkanlah kekuatan cahaya Dharmakaya


  夢寐生時願增知夢轉夢力。

Mengmei shengshi, yuanzeng zhimeng zhuanmeng li

Di saat bermimpi, tambahkanlah kemampuan menyadari dan mengubahnya menjadi baik


  死魔來時願增生死自在力。

Simo laishi, yuanzeng shengsi zizaili

Saat mara kematian tiba, tambahkanlah kekuatan kendaliku atas kelahiran dan kematian


  壽障生時願增堅住無死力。

Shouzhang shengshi , yuanzeng jianzhu wusili

Saat rintangan usia tiba, tambahkanlah kekokohanku dalam tiada kematian

(tak gentar terhadap kematian karena kematian bukanlah akhir)


  貧乏生時願增攝財無礙力。

Pingfa shengshi, yuanzeng shecai wu ai li

Saat kemiskinan timbul, tambahkanlah kekuatanku dalam menyerap kekayaan


  中斷生時願增相續精進力。

Zhongduan shengshi , yuanzeng xiangxu jingjin li

Saat kemalasan timbul, tambahkanlah kekuatan virya (disiplin) ku.


  小成生時願增忍小就大力。

Xiaocheng shengshi, yuanzeng renxiao jiu da li

Saat muncul pencapaian kecil, tambahkanlah kekuatan kesabaran terhadap yang kecil untuk mencapai yang besar.


  決定死時願增光明法身力。

Jueding sis hi, yuanzneng guangming fashenli

Saat kematian pasti tiba, tambahkanlah kekuatan cemerlangnya Dharmakaya


  中陰生時願增轉成報佛力。

Zhongyin shengshi, yuanzneg zhuancheng bao fo li

Di alam bardo, tambahkanlah kekuatan mengubahnya menjadi Sambhogakaya Buddha.

(setelah meninggal dan berada di alam roh, supaya kita mampu mengubahnya menjadi tubuh cahaya Dharma)


  決往生時願增上品上生力。

Jue wangsheng shi, yuanzeng shangpin shangsheng li

Di saat terlahir kembali di Tanah Suci, tambahkanlah tingkatan dan kualitas kelahiranku (di Tanah Suci).


  能度生時願增八大悉地力。

Nengdu shengshi , yuanzeng bad a xidi li

Saat mampu menyelamatkan insan, tambahkanlah kekuatan Asta Mahasiddhi

(八大悉地: 炼丹、明目、透视地下物、飞剑、飞行、隐身、长寿、除病消灾。)

(Asta Maha Siddhi : Pil Dewata, mata dewa, menembus bumi, pedang terbang, kaki dewata, menghilang, panjang usia dan menyingkirkan penyakit serta petaka)


  遇外道時願增攝彼皈依力。

Yv waidaoshi, yuanzeng shebi guiyili

Saat menghadapi kaum non Dharma, tambahkanlah kekuatanku untuk menundukkannya supaya bersarana pada kebenaran.


  祈尊普賜如尊八地自在力。

Qizun puci ruzun badi zizai li

Mohon Yang Arya menganugerahkan kekuatan leluasa bhumi ke delapan,

seperti Engkau sendiri yang tak mundur lagi.

source :


107
粒粒珍珠:相應

GM book 107 : Yukta

Jumat, 03 September 2010

A Contemplation Prayer From Guru Rinpoche


 Demikianlah cara “Mengubah Kesadaran Menjadi Prajna” yang diajarkan oleh Padmasambhava :

  Saat seseorang melakukan bhavana, karmawarana yang sangat berat akan merintangi samyaksamadhi, orang yang demikian harus sering melakukan perenungan berikut :

Sejak masa tanpa awal sampai hari ini dalam kehidupan kali ini, aku telah bertumimbal lahir berulangkali di samudera samsara, karmawarana yang telah dilakukan sungguh banyak, sungguh sangat menyedihkan. Sampai hari ini, masih belum memahami semua sebab diawalnya dan akibatnya kemudian ,belum merealisasikan tingkatan sejati dalam Buddha Dharma, dalam perjalanan pembinaan diri kali ini menemui banyak rintangan, ada orang yang memusuhiku, iri dan dengki kepadaku, ada yang mencelakaiku, ada yang mengusikku, namun aku memandang semua itu adalah karmawarana dari kehidupan yang lampau, jangan terpengaruh oleh gangguan tersebut, semua tidak perlu diperdulikan, bahkan harus dilihat sebagai pendukung dalam mencapai Kebuddhaan, membuat diri sendiri lebih optimis untuk maju, semua gangguan tidak usah didengar tidak usah dilihat, dengan demikian karmawarana akan terkikis, memasuki Samadhi yang lebih mendalam, jati diri sejati bersinar terang, mengenali jati diri mencapai Kebuddhaan.”

  Padmasambhava mengatakan :
“Sering melakukan perenungan demikian adalah mengikis karmawarana.”

  Saya teringat banyak orang yang menulis surat kepada saya, banyak yang melampiaskan emosi: “Tuhan sungguh tidak adil, di kolong langit ini tidak ada keadilan, Buddha apa, dewa apa, semuanya hanya untuk menipu orang. Saya seumur hidup selalu jujur dan bersih, juga telah melakukan banyak kebajikan, seumur hidup melakukan kebaikan, namun masih saja menerima akibat yang buruk seperti ini, apa itu hukum karma ? apa itu tumimbal lahir ? semua adalah tipuan dari kalangan agama belaka. Orang jahat yang banyak melakukan kejahatan besar, ternyata tidak menerima akibatnya, malahan menikmati berkah. Tapi orang baik yang telah melakukan banyak kebajikan, malahan dipermainkan, jelas jelas hitam dikatakan putih, jelas jelas putih dikatakan hitam, saya tidak akan percaya lagi pada Buddha atau dewa. Ya Tuhan, kenapa orang jahat tidak mati saja, sehingga menyebabkan orang baik selalu dicelakai oleh orang jahat!”


  Surat semacam ini sungguh banyak, setelah membacanya, hatiku sungguh sedih. Ada beberapa orang yang mengirim surat isinya kemarahan menyalahkan langit, semua mempersalahkan Buddha, dewa, memaki Buddha membenci bumi. Diantaranya ada satu orang berumur yang dulu sangat tekun bersembahyang kepada Buddha, namun dia ditipu habis-habisan oleh pimpinan sebuah vihara, dia menulis surat melapor kepada saya, dia menyebut dirinya sendiri sebagai “Kakek pembenci Buddha.” Dia merasa telah melafal nama Buddha seumur hidup, namun pada akhirnya semua uang simpanannya dibawa oleh pimpinan sebuah vihara, bagaimana dia tidak benci ? dia telah menyebut dirinya sendiri sebagai “Kakek pembenci Buddha.”

Ada kalanya saya memikirkan sepuluh tahun lalu, nama “lingxian” yang dianugerahkan oleh Buddha Bodhisattva, hari ini tidak dapat digunakan oleh diri sendiri, karena telah dibajak oleh orang lain, jika saya adalah orang awam, bukankah akan marah sampai mati muntah darah, nama sekte disalah gunakan oleh orang, apa yang diharapkan oleh Buddha Bodhisattva? Saya telah melatih diri selama sepuluh tahun lebih, nama sekte juga telah dipakai selama sepuluh tahun lebih, ternyata bahkan nama sekte pun tidak bisa dilindungi, bukankah ini sangat mengenaskan.

  Namun, saya berpikir, ini semua karena karmawarana saya yang terlalu berat, karma masa lampau diri sendiri yang terlalu memprihatinkan, orang lain membenci saya, orang mencurangi saya, orang mengancam saya, memaki saya, (berusaha) membunuh saya, mengganggu saya, ini semua adalah karma buruk saya! Maka demi mengikis karmawarana ini, saya harus berlapang dada, merelakan semuanya, lebih optimis untuk maju, bahkan harus lebih semangat dalam menyebarkan Buddha Dharma.


  Tidak hanya demikian, bahkan harus lebih berusaha menyelamatkan mereka, karena semua insan adalah Buddha, orang baik adalah Buddha, orang jahat juga adalah Buddha, orang yang memaki maupun membunuh saya juga adalah Buddha, jika ada jodoh Buddha, kelak semuanya akan mencapai Kebuddhaan, ini adalah batin yang tidak membeda beda kan, orang yang memaki atau membunuh saya kelak juga dapat mencapai Kebuddhaan, inilah pencapaian.

  Padmasambhava mengajari saya demikian :

  “Orang yang memaki atau membunuhmu, kelak dalam kehidupan yang akan datang, karena ada jodoh membunuh dan memakimu, pasti akan terlahir disekitarmu, menjadi orang terdekatmu, sedangkan dalam kehidupan yang akan datang kau juga harus muncul lagi menyelamatkan insan, dengan demikian mereka akan memperoleh ajaran mu, begitu dalam sekejap pikiran mereka menjadi bajik, setiap pikiran pada Buddha, kelak pasti akan mencapai Kebuddhaan.”

  “Maka, orang yang memaki dan membunuhmu, kelak tidak diragukan lagi pasti akan mencapai Kebuddhaan.”

  “Ini adalah batin yang tiada membeda bedakan, merupakan batin Mahatiyoga yang Anuttara.”


  Setelah memperoleh ajaran dan pengarahan dari Padmasambhava, emosi saya langsung sirna, berubah menjadi sejuk, begitu mendengar suara orang yang memaki dan ingin membunuh saya, menjadi sangat gembira dan nyaman, karena mereka yang memaki atau membunuh saya, semua pasti akan menjadi Buddha.

Source : Grand Master Shengyan Lu Book 056
Bagian 2 dari Manfaat Mahatiyoga
Segala Pahala Kebajikan dari pembabaran Dharma di blog ini, seluruhnya dipersembahkan kepada Mula Guru Dharmaraja Lian Sheng, semoga Dharmaraja Lian Sheng selamanya menetap di dunia, dan memutar Roda Dharma dalam bentuk kendaraan besar dan kecil untuk berbagai tingkat kemampuan dalam motivasi semua makhluk yang ada saat ini. Semoga saya dapat segera mencapai Pencerahan Sempurna demi semua makhluk. Semoga semua makhluk yang hidup di Samsara dapat berjodoh dengan Buddha Dharma, mempraktekkan Dharma, setelah memperoleh pengetahuan, dapat mengalahkan musuh - musuh yang berbahaya, dari ketiga racun, dan dapat mencapai Pencerahan

Om Mani Padme Hum

Secara khusus saya mengucapkan terima kasih kepada Saudara Sedharama, Lian Hua Shi An yang telah menerjemahkan sangat banyak Materi Dharma dari Bahasa Mandarin ke Bahasa Indonesia, yang mana hasil terjemahannya sangat banyak yang saya post di blog ini

Manjusri Mantra

Music


Music